5 Kondisi Ini Sering Bikin Pasangan Menunda Punya Anak


Pilih untuk punyai anak memang adalah satu ketetapan besar yang diambil saat sudah berkeluarga, lepas dari sebegitu lama umur pernikahan Anda serta pasangan. Tentu saja, tidak semua pasangan suami istri mempunyai persiapan yang cukup untuk hadapi pergantian itu. 

Biasanya, alasan-alasan yang mengakibatkan sepasang suami istri belum siap untuk punyai anak ialah seperti berikut: 

1. Belum siap dengan finansial 

Bukan rahasia jika mempunyai anak bermakna Anda serta pasangan harus bisa memberi dukungan anak dengan finansial dalam menjaga serta membesarkannya. Dari mulai ongkos pendidikan, keperluan seharian, sampai uang jajan harusnya Anda buat persiapan semenjak awal. 

Diluar itu, saat Anda putuskan untuk punyai anak, Anda harus menyiapkan peluang kurangi pengeluaran untuk beberapa hal yang Anda serta pasangan gemari, contohnya hoby, berlibur ke luar negeri, atau beli beberapa barang tersendiri. 

Anda serta pasangan mungkin belum siap untuk punyai anak jika hal itu masih jadi salah satunya kecemasan penting. 

2. Tujuan-tujuan lain dalam kehidupan belum terwujud 

Ada saatnya Anda serta pasangan masih mempunyai arah atau visi hidup yang belum terwujud, baik itu ialah arah berdua atau semasing. Contohnya, Anda masih ingin konsentrasi berkarir, atau harapan pasangan Anda untuk keliling dunia belum terwujud. 

Terkadang, tujuan-tujuan hidup seperti yang sudah disebut awalnya akan mengambil alih waktu serta perhatian yang banyak, hingga mempunyai anak diakui sebagian orang cuma bisa menjadi distraksi. 

Diluar itu, bila Anda serta pasangan memiliki pertimbangan jika mempunyai anak sama juga dengan mengorbankan tujuan-tujuan serta visi hidup, itu berarti Anda serta pasangan belum siap punyai anak. 

3. Terdapatnya rasa takut tidak berhasil jadi orangtua 

Banyak pasangan suami istri yang cemas tidak bisa jadi orangtua yang baik untuk anaknya nantinya. Beberapa fakta salah satunya ialah proses melahirkan yang beresiko, pikirkan langkah mendidik anak yang paling pas, sampai hadapi beberapa masalah saat si kecil sudah bergerak remaja. 

Ketakutan ini umumnya ada sebab dengar narasi dari rekan, keluarga, atau serta datang dari pengalaman pribadi di waktu kecil. Jika kekalutan ini masih Anda alami, itu mungkin adalah tanda-tanda Anda serta pasangan belum siap punyai anak. 

4. Masih merasakan nyaman hidup berdua saja dengan pasangan 

Saat-saat awal pernikahan biasanya memang adalah waktu paling indah buat hampir tiap pasangan suami istri. Anda pada akhirnya bisa habiskan waktu makin banyak berdua dengan pasangan, 

Mungkin salah satunya antara Anda atau pasangan takut akan timbulnya hal baru yang bisa mengubah hubungan dalam pernikahan. Diantaranya ialah kedatangan satu orang anak. 

Butuh Anda tahu jika pergantian pasti berlangsung dalam pernikahan sesudah Anda melahirkan, serta hal itu tidak mungkin untuk dijauhi. Tetapi, bila Anda cemas pergantian berbentuk negatif semakin lebih banyak berlangsung dibandingkan dengan yang positif, mungkin ini belum waktu yang pas untuk Anda memiliki momongan. 

5. Anda serta pasangan mengharap punyai anak bisa melakukan perbaikan jalinan 

Beberapa pasangan suami istri dengan jalinan yang tidak serasi yakini jika dengan mempunyai anak, hal itu bisa kembalikan kehangatan serta hubungan dengan semasing pasangannya. Kenyataannya, ini tidak selama-lamanya benar. 

Menurut Dr. Liz Higgins, satu orang psikolog keluarga yang diambil dari Elite Daily, mempunyai keinginan jika kedatangan anak bisa melakukan perbaikan keselarasan pernikahan malah adalah sinyal Anda serta pasangan belum siap punyai anak. 

Dr. Higgins memberikan tambahan, mempunyai anak lebih membuat banyak rintangan serta efek berlangsungnya perselisihan dibandingkan pasangan yang tidak punyai anak. 

Oleh karenanya, dibandingkan dengan berpikir jika anak bisa jadi jalan keluar rumah tangga yang amburadul, lebih baik fokus terlebih dulu dalam melakukan perbaikan jalinan Anda serta pasangan sebelum putuskan untuk mempunyai momongan.

Tidak ada komentar