Tipe Gangguan Dengar yang Sering Terjadi

Tipe-Gangguan-Dengar-yang-Sering-Terjadi

Alat bantu dengar menjadi penting dan dibutuhkan para penderita gangguan pendengaran akut. Oleh karena itu, wajar bila kecanggihan teknologi ini banyak dicari karena pada dasarnya, gangguan pendengaran sendiri memiliki banyak tipe atau jenis. Mari membahasnya berikut ini. 

Tipe-tipe gangguan pendengaran 

1. Sensorineural 

Gangguan pendengaran ini menjangkit telinga bagian dalam, tepatnya pada saraf yang langsung terhubung ke otak. Ada cukup banyak penyebab gangguan pendengaran ini seperti penuaan karena sensorineural melibatkan usia. Tipe sensorineural juga bisa disebabkan oleh penggunaan obat-obatan keras atau dalam jumlah banyak, termasuk juga narkoba. Meniere syndrome, tinnitus, tumor, dan virus juga bisa menjadi penyebab. 

2. Konduktif 

Gangguan pendengaran konduktif ini terjadi pada telinga luar dan tengah. Penyebabnya adalah penyakit seperti ototis media, atau bahkan kotoran telinga yang menumpuk. 

3. Campuran 

Tipe ini merupakan gabungan dari sensorineural dan konduktif. Dokter THT akan merujuk pasien untuk menggunakan alat yang dapat membantu mengatasi masalah pendengaran. 

Selain tipe-tipe gangguan pendengaran ini, kita juga harus mengetahui derajat gangguan pendengaran yang terjadi pada manusia sebagai berikut. 

Ada beberapa derajat atau tingkat gangguan pendengaran yang terjadi sesuai dengan ambang dengar yang diperoleh pada saat tes pendengaran (Audiometri atau ASSR). Dilihat dari medium udara, normalnya manusia bisa mendengar suara pada jangkauan 0—20 dB. Namun, karena gangguan pendengaran, jangkauannya pun ikut berubah dan naik, sehingga semakin hilang pendengaran suara yang bisa didengar hanyalah suara-suara yang semakin tinggi. Misalkan jika kita berbicara kepada nenek kita yang memiliki gangguan pendengaran sensorineural, terkadang kita harus berteriak-teriak agar ia bisa mendengar kita kan? 

Nah, betul sekali, seperti itulah contohnya. Untuk derajat ringan (mild hearing loss), jangkauannya adalah 21—40 dB. Sementara itu yang sedang (moderate hearing loss) 41—70 dB dan berat (severe hearing loss) 71—90 dB. Bahkan terkadang, orang yang sudah menderita gangguan pendengaran berat pun, kita sudah berteriak-teriak saja ia belum tentu bisa mendengarnya. Apalagi yang sudah tuli (deaf) dengan jangkauan pendengaran >90 dB. 

Sebagian besar gangguan pendengaran ini masih bisa dibantu dengan alat bantu pendengaran. Ingin tahu dimana bisa mendapatkan alat bantu dengar Bandung terbaik? Langsung saja kunjungi pusatalatbantudengarmelawai.com. 

Tidak ada komentar