Apa Saja Aktivitas Manusia Penyebab Pemanasan Global?


Pemanasan global berlangsung saat gas hasil dampak rumah kaca seperti karbon dioksida (CO2) serta polutan hawa yang lain diserap oleh atmosfer serta dipantulkan balik ke permukaan bumi. Berikut xx kegiatan manusia yang menjadi pemicu penting dari pemanasan global. 

1. Penebangan rimba (deforestasi) 

Juta-an hektar rimba di beberapa penjuru dunia ditebangi tiap tahunnya untuk kebutuhan komersil, seperti untuk bikin kertas serta furniture. Hutan-hutan ditebang habis untuk buka tempat pertanian serta peternakan, atau untuk buka jalan buat lokasi perumahan serta industri. 

Pembukaan tempat juga bukan sekedar dikerjakan melalui penebangan. Seringkali, oknum-oknum industri nakal menyengaja membakar rimba untuk bertambah cepat menggundulkan tempat. Pembakaran rimba pasti meningkatkan suhu rata-rata di wilayah itu sesaat melepas karbon dioksida dan polutan yang lain dalam bagian yang semakin banyak. 

Walau sebenarnya, tanaman serta pohon-pohon malah bertindak besar untuk menyamakan dampak rumah kaca dengan menyerap semakin banyak karbon dioksida serta mencegahnya terjebak di atmosfer. Tumbuhan akan keluarkan oksigen untuk menolong menetralisir suhu bumi yang menghangat. 

Makin berkurang tempat rimba yang ada, peluang kualitas oksigen di bumi juga semakin lebih buruk. Deforestasi mengakibatkan kerusakan habitat yang bisa meneror keanekaragaman resapi. 

2. Emisi gas bahan bakar kendaraan 

Emisi gas buang kendaraan bermotor ialah penanggung jawab paling besar dari pemanasan global. Lebih dari 90 % transportasi umum (baik transportasi darat, hawa, atau air) dilengkapi bahan bakar petroleum, seperti bensin atau diesel. 

Gas yang dilepaskan proses dari pembakaran ini melepas karbon dioksida serta polutan yang lain, seperti metana serta nitro oksida. Tiap galon bensin yang Anda pakai untuk naik motor atau mobil keseharian bisa memberi 10 kg karbondioksida ke atmosfer bumi. 

Parahnya , semasing type gas polutan mempunyai potensi memerangkap panas yang berlainan. Beberapanya bahkan juga bisa memerangkap semakin banyak panas dibanding karbon dioksida. 

Molekul metana, contohnya, tidak dapat tahan lama berkeliaran di hawa seperti CO2 tetapi dapat mengikat panas 84 kali bertambah cepat serta banyak. Nitro oksida bahkan juga 264 kali lebih kuat dibanding CO2. 

Beberapa gas ini makin lama akan mengakibatkan kerusakan kualitas hawa, tanah, serta air. 

3. Sampah industri 

Gas sampah industri serta rumah tangga jadi pemicu pemanasan global ke-3 paling besar sesudah emisi gas kendaraan bermotor. Industri bahkan juga diindikasikan jadi pemicu paling dahulu dari pemanasan global yang kita alami sampai sekarang ini. Riset tunjukkan pemanasan global telah perlahan-lahan mulai berlangsung pada pertengahan era ke-19 ikuti ramainya Revolusi Industri di AS serta beberapa negara lain. 

Tidak hanya industri kertas, industri plastik termasuk satu diantara dalang paling besar dari penyebab global warming. Direncanakan 12 juta barel minyak bisa menghasilkan 30 juta produk plastik PET. Satu barelnya bisa berisi seputar 159 liter (135 kg) minyak mentah yang bisa memiliki kandungan 118 kg karbon. Dihitung kasar, pembuatan tiap ton plastik PET bisa membuahkan seputar 3 ton karbon dioksida (CO2). 

4. Sampah pertanian serta peternakan 

Peranan industri peternakan serta agrikultur pada semakin parahnya pemanasan global pun tidak bisa dilihat mata sebelah. Tidak hanya dari efek deforestasi, sampah yang dibuat dari pupuk serta kotoran hewan membuahkan emisi gas beresiko. 

Napas, gas kentut, serta kotoran kewan ternak, terutamanya sapi serta kerbau, membuahkan zat metana yang termasuk juga type gas rumah kaca. Pupuk kompos yang terbuat dari kotoran hewan membuahkan gas nitro oksida. 

Sampah industri agrikultur tertera memberi 9% dari keseluruhan volume emisi gas rumah kaca yang dibuat pada tahun 2017. 

5. Pemakaian listrik 

Pembangkit listrik tenaga petroleum, gas alam, serta batu bara selama ini adalah penghasil emisi gas rumah kaca paling besar ke-2 sesudah industri pabrik. Di Amerika Serikat, pembakaran batu bara untuk pembangkit listrik membuahkan seputar dua miliar ton sampah CO2 tiap tahun. 

Pemakaian listrik yang boros memberi 27,5 % dari keseluruhan emisi gas rumah kaca pada tahun 2017. 

Bagaimanakah cara menahan pemanasan global? 

Ada banyak hal simpel yang dapat dikerjakan untuk menahan pemanasan global. Pertama dengan langkah kurangi emisi gas rumah kaca sebagai pemicu pemanasan global. Sederhananya Anda dapat coba banyak hal di bawah ini: 

  • Kurangi emisi gas buang kendaraan bermotor. Daripada gunakan mobil pribadi untuk melancong, pakai kendaraan umum seperti KRL atau MRT. Bersepeda serta jalan kaki bahkan juga tambah lebih baik. 
  • Irit listrik. Matikan lampu serta cabut alat-alat elektronik dari stop kontaknya setiap saat Anda akan tinggalkan rumah. 
  • Irit air. Contoh, jika terlatih mandi memakai bak mandi serta gayung, coba dengan gunakan shower. Lebih dikit air yang dikeluarkan waktu gunakan shower dibandingkan gunakan gayung. 
  • Hijaukan lingkungan dengan menanam serta menjaga tumbuhan. Tanaman menolong menyerap karbon dioksida serta membuahkan semakin banyak oksigen.

Tidak ada komentar