Kamar Kotor dan Bau Karena Kebiasaan Berikut


Wahai kamu beberapa penghuni kos! Sempat tidak sich terasa kamar kos sangat terasa kotor serta berbau walau sebenarnya barusan dibikin bersih kemarin? Bisa saja hal tersebut berlangsung sebab kamu masih tetap pelihara rutinitas jelek yang tanpa ada sadar kamu selalu kerjakan. Rutinitas itu kelihatannya tampak sederhana, tetapi dampaknya mengagumkan, lho! Kamar kos yang awalannya indah lama kelamaan tidak nyaman ditempati serta jadi sarang penyakit. 

Rutinitas jelek ini mesti kamu ganti agar kamar kos dapat lebih enak dipakai serta memberi dukungan metabolisme tubuhmu. Apa rutinitas jelek itu? Bisa saja, sampai kini kamu lakukan satu atau beberapa rutinitas berikut ini. Yuk, kita baca bersama dengan! 

1. Tidak buka jendela kamar 

Mempunyai hukum yang sama dengan rumah, kamar kos juga mesti mempunyai pencahayaan serta perputaran hawa yang baik. Rutinitas tutup jendela serta tirai akan membuat situasi di kamar kos lembap. Kasur serta peralatan tidur jadi berasa tidak enak waktu dipakai. Berbau yang dibuat memang dapat ditangani dengan pengharum ruang, tetapi aroma tidak enak akan kembali hadir saat berbau pengharum telah hilang. 

Tidak cuma itu, rutinitas jelek ini memberi dukungan jamur menggerogoti barang yang paling disayangi serta bakteri yang dapat mengganggu kesehatan. Jijik sekali, kan? Oleh karena itu, tiap-tiap pagi upayakan untuk buka jendela agar ada sinar serta hawa masuk. Takut orang lainnya lihat kamarmu waktu kamu tidak berada di tempat? Kamu dapat tangani dengan tidak tutup jendela begitu rapat serta menggunakan tirai yang cukup tembus pandang. Strategi ini masih membolehkan ruang terima sinar serta hawa. 

2. Buang sampah basah di kamar 

Pada intinya, semuanya yang tidak dapat dipakai mesti dibuang ke tong sampah. Ada ketidaksamaan diantara sampah kering serta basah. Sampah kering seperti tisu serta plastik tidak memberi berbau apa pun, tapi sampah basah yang dimasukkan dalam tong sampah kamar dalam tempo lama akan membuahkan berbau tidak enak. Ini karena sampah basah seperti minuman dan makanan jadi basi. 

Mempunyai tempat untuk buang sampah dalam kamar adalah aksi yang pas, kok. Tetapi, sebaiknya jika kamu memakai tong sampah kamar untuk sampah kering saja. Sampah basah langsung dibuah di luar kamar. Dengan pelihara rutinitas ini, kamar kos tidak akan berbau. 

3. Handuk yang dijemur di kamar 

ah, rutinitas jelek yang satu ini tanpa ada sadar memunculkan berbau tidak enak pun, lho. Rutinitas menjemur handuk dalam kamar memang mempermudah kita ambil handuk untuk mandi, terutamanya kamar kos dengan kamar mandi dalam. Tetapi, handuk yang basah selesai digunakan jadi lembap serta tidak baik jika dijemur di kamar. 

Siapkan jemuran di luar dekat pintu kamarmu serta keringkan handuk disana. Langkah berikut sangat menguntungkan sebab kamu tidak mesti keluar kamar serta jauh-jauh ambil handuk yang dijemur. Juga, janganlah lupa untuk menerapakan rutinitas membersihkan handuk satu minggu sekali untuk handuk yang lebih sehat dipakai. 

4. Tidak langsung menyiram feses 

Buat kamu yang tinggal di kamar kos dengan kamar mandi dalam, kloset WC yang berwarna coklat telah jadi mengkonsumsi keseharian. Tidak hanya sebab saluran air kloset, feses yang dilewatkan kelamaan waktu kamu tengah buang air besar bisa saja unsur sebabnya. Rutinitas satu ini mungkin di rasa tidak boros air, tetapi dampaknya terasa sangat. 

Awalilah untuk langsung menyiram feses waktu kamu telah mengeluarkannya. Janganlah nantikan sampai kamu usai buang air besar baru disiram sebab feses yang didiamkan kelamaan akan melekat pada dinding kloset WC serta membuat kecoklatan dalam sekejap. Ini akan memudahkan kamu waktu saatnya bersih-bersih kamar mandi. 

5. Tidak kembalikan barang dalam tempat sebelumnya 

Rutinitas jelek ini telah jadi makanan keseharian. Sebab fakta malas, kita tidak menempatkan barang yang diambil ke tempat sebelumnya. Dalam otak kita telah diingat jika akan mengembalikannya sesuai dengan bermalas-malasan di kursi tetapi akhirnya tidak semacam itu. Malah, rutinitas jelek ini selalu dikerjakan serta tanpa ada sadar, kamar kos jadi begitu amburadul. 

Lakukan rutinitas kembalikan barang ke tempat sebelumnya sebetulnya gampang, tetapi butuh prinsip yang kuat. Menurut Phillipa Laly, seseorang periset kesehatan psikologis dari University College London, bersama dengan team penelitiannya mengutarakan jika seorang perlu lakukan satu pekerjaan sekitar 66 kali supaya pekerjaan itu dapat jadi rutinitas. Oleh karena itu, kamu mesti rajin lakukan ini untuk kamar kos yang lebih sehat. 

6. Baju yang digantung kelamaan 

Rutinitas menggantungkan baju yang telah digunakan tetapi di rasa masih tetap bersih seringkali dikerjakan dengan pemikiran akan digunakan . Bila kamu menumpuk kebanyakan, pakaian-pakaian itu akan jadi sarang nyamuk, lho. Usut miliki usut, nyamuk suka pada berbau manusia. Jadi, tidak bingung kalau nyamuk senang bersebaran di dekat kita. 

Merilis dari popsugar.com, ada beberapa macam baju dengan batas penggunaan sampai pada akhirnya dimasukkan ke kantung pakaian kotor serta dibikin bersih. Kaos, legging, dress, blus, serta baju bisa digunakan sekali sampai 2x. Baju memiliki bahan jeans serta jaket atau sweater dapat dipakai lima sampai enam kali. Celana kain, celana pendek, serta rok mesti dicuci sesudah tiga sampai 4x penggunaan. 

Dengan merubah rutinitas jelek diatas jadi kebiasaa baik, kamu akan memudahkan dirimu sendiri waktu bersih-bersih nanti. Beban yang perlu kamu tanggung akan menyusut. Juga, lama waktu bersih-bersih bertambah singkat hingga kamu dapat lakukan pekerjaan lainnya yang lebih berguna. Yuk, mulai hidup bersih serta sehat!

Tidak ada komentar