Induk Alfamart Akan Terbitkan Obligasi Rp1 Triliun dengan Kupon 7,5%

PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) berencana untuk menerbitkan obligasi senilai Rp1 triliun. Obligasi tersebut, merupakan rangkaian penawaran umum berkelanjutan II obligasi Sumber Alfaria Trijaya sebesar Rp3 triliun.
Melansir keterbukaan informasi yang diterbitkan perseroan di Jakarta, Senin (26/3/2018), obligasi berkelanjutan II tahap II ini akan diterbitkan tanpa warkat, kecuali Sertifikat Jumbo Obligasi yang diterbitkan atas nama PT Kustodian Sentral Efek Indonesia.

Adapun tingkat bunga Obligasi adalah tetap sebesar 7,50% per tahun, dengan jangka waktu tiga tahun sejak Tanggal Emisi. Obligasi ini ditawarkan dengan nilai 100% dari jumlah Pokok Obligasi.
Bunga Obligasi dibayarkan setiap triwulan. Pembayaran Bunga Obligasi pertama akan dilakukan pada tanggal 12 Juli 2018 sedangkan pembayaran Bunga Obligasi terakhir sekaligus jatuh tempo adalah pada tanggal 12 April 2021. Pembayaran Obligasi dilakukan secara penuh (bullet payment) pada saat jatuh tempo.
Rencananya, dana yang diperoleh dari hasil Penawaran Umum ini, setelah dikurangi dengan biaya-biaya emisi, sekira 60% akan digunakan untuk pelunasan Obligasi Berkelanjutan I Sumber Alfaria Trijaya Tahap II Tahun 2015 sebesar Rp600 miliar.
Sekitar 40% untuk membayar sebagian jumlah yang terutang kepada PT Bank Central Asia Tbk pada tanggal jatuh tempo, berdasarkan Akta Perubahan Dan Pernyataan Kembali Atas Perjanjian Kredit PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk.

Sementara sekira 40% akan digunakan untuk membayar sebagian jumlah yang terutang kepada PT Bank Central Asia Tbk (BBCA). Pada saat ini, fasilitas pinjaman ini tidak dijamin dengan agunan. Jangka waktu fasilitas ini adalah 1 tahun.
Tingkat suku bunga yang berlaku saat ini adalah sekira 4,50%-4,95% per tahun. Batas waktu penarikan fasilitas ini adalah tanggal 18 Oktober 2018. Adapun saldo terutang per tanggal 22 Maret 2018 adalah sebesar Rp2,5 triliun.
Adapun tanggal efektif penawaran akan dilakukan pada 15 Mei 2017 dengan masa penawaran umum pada 6 dan 9 April 2018. Sementara penjatahan akan dilakukan pada 10 April 2018, dengan distribusi secara elektronik dilakukan pada 12 April 2018 dengan pencatatan pada BEI pada 13 April 2018.

Tidak ada komentar